Lindungi dan selamatkan diri dan sekitar anda dari ancaman api atau kebakaran. Selalu ingat, “api kecil adalah lawan, api besar adalah lawan”. Pembekalan menghadapi api sebelum memasuki dunia kerja, baik tempat kerja anda rawan terhadap kebakaran maupun tidak sangat lah penting. karena menurut saya, yang paling penting nantinya anda bisa tetap tenang menghadapi situasi kebakaran dan tidak mengambil tindakan yang malah dapat memperbesar api.
oia, pengetahuan dikit tentang api ni, Api terbentuk karena adanya tiga elemen penting yang harus selalu ada, yang bisa di sebut dengan Segitiga Api. 
Api akan timbul ketika bahan bakar, oxidizer dan sumber api sudah menyatu atau tercampur pada tingkat tertentu. Artinya api tidak dapat terjadi apabila :
1. Tidak terdapat bahan bakar atau bahan bakar tidak cukup untuk menimbulkan api.
2. Tidak terdapat cukup oxidizer, dan
3. Sumber api tidak memiliki energi yang cukup.
maka untuk memadamkan api, kurangi atau hilangkan saja minimal 1 dari ketiga elemen di atas.
Saya berkesempatan untuk mengikuti fire fighting training, di Fire Fighting Training Pertamina, Plumpang, Jakarta Utara.
Setelah diberi pembekalan teori tentang filosofi api dan cara penanggulangan api, maka langsung saja kami terjun ke simulasi.
Pertama sekali untuk memadamkan api ringan, dapat menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan). APAR dapat berisi berbagai bahan yang efektif memadamkan apai. kami mencoba 3 bahan untuk memadamkan api, yaitu :
1. Apar yang berisi Busa atau foam
2. Apar berisi tepung kering atau biasa disebut Apar powder
3. Apar berisi gas(hydrocarbon berhalogen dan lainnya). ini yang paling sering kita temui di sekitar kita.
yang paling penting untuk di ingat adalah, lihat kemana arah angin, padamkan dengan apar sesuai arah angin, agar api tidak balik menyerang.


Kedua, diperkenalkan juga memadamkan api besar, tentu saja dengan kekuatan tim.
Kali ini memadamkan api dengan cara memutus bahan bakar yang membuat api terus menyala. Lempeng besi yang terbakar karena dialiri bahan bakar,akan terus menyala sampai bahan bakarnya habis, atau kita hentikan alirannya. (kami memutuskan aliran dengan menutup keran pengalir yang ada di dekat lempeng besi).
Bagi tim menjadi komandan (yang akan melihat situasi sekitar, dan memerintahkan pemegang nosel bergerak memadamkan api). Pemegang nosel (mengarahkan nosel sesuai perintah komandan), dan Helper (yang akan berkordinasi dengan komandan mengenai tekanan air yang dibutuhkan).
Kuncinya di sini adalah kerja sama dan tetap tidak panik.






(itu api bener2 gede, dan jarak 20 m masih berasa panasnya)
Api dapat dikendalikan. asal kita tahu cara penanggulangannya.(kata katanya kayak slogan iklan masyarakat).